Wednesday, January 23, 2013

Product development Part 2

Meneruskan blog saya sebelumnya beberapa yang bisa dilakukan untuk memitigasi resiko-resiko dalam IT product development ketika kita mengoutsource project ini adalah;

  1. Full background checking, cari companies/developer yang bisa divalidasi project implementasi sebelumnya. Linkedin, friends recommendation, client testimonial sangat membantu untuk proses pemilihan.
  2. Good communication skill, dalam proses hiring cari developer yang bisa menyampaikan message dengan jelas dengan grammar yang baik. Saya pelajari dalam proses product development banyak sekali developer yang tidak bisa mengkomunikasikan; objective dan juga problem yang mereka hadapi.
  3. Firm contract, berkaitan dengan banyaknya developer yang tidak profesional, kita butuh perlindungan hukum dengan membuat kontrak yang di klausulnya memproteksi perusahaan kita dari kemungkinan2 penyimpangan. 
  4. Great project manager, proses product development melibatkan banyak pihak dan juga mengharuskan kita bisa mengantisipasi problem dengan cepat. Dibutuhkan project manager yang handal untuk bisa rectify problem dengan cepat dan tepat.
  5. Progress report, untuk memastikan semua pihak mengerti progress yang terjadi kita harus secara disiplin meminta progress report dari developer.
  6. Comprehensive understanding, system analyst harus mengerti business requirement client secara mendetail.
Will add some more in my next blog

Monday, January 21, 2013

Product development

Di Oktober 2010 saya resmi keluar dari Young and Rubicam untuk membesarkan usaha keluarga yang bergerak di bidang IT dengan nama Pandawa Holding.
As a group kita memiliki visi untuk bisa mendevelop IT related product sendiri dan bukan mengerjakan custom product dari client. Namun dikarenakan kendala modal akhirnya kami mengerjakan beberapa project custom dari client kami.

Sudah ada beberapa product development yang saya kerjakan dari tahun 2011 sampai tahun 2013 ini. Dan yang menarik untuk dibahas adalah mengenai dealing with local developers terutama untuk pekerjaan yang berkaitan dengan pihak client. Sering sekali perusahaan kami dalam kondisi yang pelik yang disebabkan oleh;

  1. Tidak jelasnya brief yang tertuang dalam business requirement documents dari client. Business process, database integration dan report generation sering sekali tidak dicapture dengan tepat sehingga ketika sudah di sign off dan dikerjakan team developer, banyak terjadi change request yang membuat pengerjaan menjadi terdelay karena antar modul yang ada saling berhubungan secara database.
  2. Timeline yang tidak masuk akal.
  3. Kurang strategisnya Head of IT/System architect dalam membuat approach yang  sistematis dalam mendevelop sebuah product.
  4. Tidak adanya profesionalisme dari developers/third party company yang menyebabkan pihak perusahaan mengalami kesulitan dalam memberikan solusi bagi client.
  5. Tidak komunikatifnya developer yang menyebabkan banyak terjadi ketidak efektifan dan keefisienan dalam pengerjaan.
Kalau disimpulkan pokok dari problem diatas adalah; komunikasi, project management dan profesionalisme.

Hal yang sangat mengecewakan mengingat secara skill dan knowledge sebenarnya sangat berpotensi untuk bisa dijual ke level global. Dan sangat sulit membayangkan kita bisa menyaingi India dan negara-negara Scandinavia dalam hal product development.

Hal yang sama juga pernah saya diskusikan dengan Pak Budi Rahardjo dari ITB dan Pak Izak Jenie dari MMS, dan hal yang sama yang mereka temukan. Itulah kenapa sangat sulit mencari project manager yang handal di negeri ini, dan kalaupun ada menjadi rebutan banyak pihak.

Will post more blog regarding this situation shortly.


Friday, September 14, 2012

Herman Felani Lyrics


Ku tau ini hanya cerita
Yang tak mungkin
Berakhir bahagia

Tak seperti
Di roman lama
Atau film romantika

Satu yang ku tahu
Cerita ini
Cerita nyata
Senyata jalinan cinta
Yang terbentuk
Antara kau dan aku

**         Ku ingin menjadi
            Seperti Herman Felani
            Dan kau harus
            Menjadi Yati Oktavia ku

Ku tau masih panjang
Kisah kan bergulir
Sebanyak rintangan
Bak butiran pasir
Di tepi lautan

Satu yang ku tahu
Selama ku dan kau
ada untuk menjalaninya
Roman ini bisa
Berakhir bahagia

Link to video http://www.youtube.com/watch?v=FuZyBilp46Y



Agency Lunacy Lyrics


We are the target market
We set the corporate target
Media molds our decision
No such thing like love and affection

Toss the coin
Cost per rating point

Campaign strategy
Drains my energy
Share of Voice
It's just another noise

Toss the coin
Cost per rating point

Agency lunacy
Corporate fantasy
Meaningless strategy
Does it make you happy? (3x)

Link to video http://www.youtube.com/watch?v=0e2BziCeZ3c&feature=relmfu

Kadaluarsa Lyrics


Kadaluarsa/Fana

Hidup hanya sekilas
Melintas
Sangat terbatas

Terlupakan makna penciptaan
Terhanyut ke muara kebendaan

Wahai jiwa yang damai
Dunia sungguh ramai

Dia butakan kita semua
Dengan selaksa permainan

Semua akan menua
Semua kadaluarsa

Semua teroksidasi
Semua menuju mati

Tebarkanlah cinta pada sesama
Sepercik saja kan bermakna

Lakukanlah slalu yang terbaik
Sedetik saja kan beri arti 


Kefanaan yang membutakan
Kau buat kesadaran
Bernegosiasi dengan kesyahwatan
Semuanya menjadi dangkal dan hilang akal

Blackberry boy lyrics

Blackberry boy Mengandalkan wi-fi
Mencari cinta Di dunia maya
iPhone girl Berhasil menjaring Seratus sobat Tanpa pernah berjumpa

Reff. Teknologi Lebih berarti Dari persentuhan Fisik dan manusia
Kesepian Makin terasa Semua hanya Fatamorgana Fatamorgana
Fatamorgana Belaka

Lalu terjadi Koneksi pun mati
Memaksa mereka Ke Dunia nyata
Lalu terungkap Fisik dan usia Tak slalu sama Di dunia maya

Repeat: Reff. Blackberry boy iPhone girl
Kembali menyepi Interaksi Berbalut teknologi Icons emosi Sepi Sepi Sepi

Balada apa dan mengapa (Lyrics)

Di kepingan harapan yang masih tersisa
kucoba 'tuk berdiri tegak

Angin dingin yang keras menerpa
Senyum diwajah takkan hilang

Getirnya hati yang mrasa kecewa
hanya sesaat 'kan kurasa Lihat dengan hati yang terbuka
kau kan temukan jawabannya *

reff: Balad Mengapa dan Karena Bertanya dimana sang hati letaknya Coba merangkai kata-kata Mengurai sandi yg bermakna

Monday, January 02, 2012

2012 New Year

On December 31st 2011 we went swimming together, it was Rasyad first experience and he was very excited :). We held no fancy celebration during new year eve, in fact we all went to sleep before 10 PM except for my wife and my mother in law :). 2011 was a life changing year for me, the year where Rasyad was Born, Razan went to school and Raka able to swim. Business wise was also very good, we won one big project which will open a big business opportunity in the future. Alhamdulillah ya Allah. Gear up to 2012, on the January 1st we held a family resolution session, where all of us must stated our resolution in 2012. It was very fun and this is the first time our family did it, we also will track the progress on monthly basis insya Allah.

Me and the mountain

I had a great mountainbiking experience last Wednesday with Pandawa crew. It's been quite sometime since the last time I inhaled the fresh and crispy mountain air. And really like the feeling of being up in the mountain with your best buddies throwing out jokes and share laugh amidst the heavy terrain. There are three accidents happened during the session, thanks to Allah nobody was hurt seriously. It was a crazy plan, nobody told us about the track that we will undertake, and when I found out it was a very heavy track! I was excited yet worried to think about my physical condition, I haven't exercise for a very long time :) This trip from Cikole to Padalarang took a good 4 hours, I finally made it and felling blessed to experience it!

Friday, December 23, 2011

Rapot pertama Razan

Tanggal 23 Desember 2011 adalah hari yang sangat bersejarah bagi anak kedua saya Muhammad Razan Suryakusuma, dari setelah subuh saya merasa deg-degan yang saya tahu itu bukan karena saya sedang demam tapi lebih ke perasaan kira-kira bagaimana Razan selama ini bersikap dan berinteraksi di sekolah. Konsep mengambil rapot adalah sesuatu yang baru untuk Razan, dia tidak begitu peduli dengan sesi itu hehehhe, sepanjang jalan dia lebih banyak bertanya mengenai rencana untuk menginap di rumah sepupunya Ade Daffa yang memang banyak sekali kesamaan interestnya dengan Razan. Sesampainya di sekolah kami menunggu sekitar 20 menit, dan dengan gaya khasnya Razan langsung bermain dan menyapa semua orang di sekolahnya. Ketika giliran kami dipanggil saya dan Asri langsung menggandeng Razan masuk ke dalam kelas, dan saya Ms Sally menjelaskan perkembangan Razan dari sisi akademis terlebih dahulu, dan memang membuat kami sangat bangga karena Razan bisa cepat sekali mengikuti pelajaran-pelajaran yang diberikan. Alhamdulillah Kemudian Ms Sally menjelaskan mengenai "keisengan-keisengan' Razan, dia suka sekali menggoda teman-temannya dan juga mengganggu temannya dalam kelas, dan juga mengenai kekurang sabaran Razan dalam tugas-tugas yang membutuhkan ketelitian. Point-point diatas benar-benar membawa saya flashback ke masa kecil saya dimana tingkat keisengan saya memang diatas rata-rata, saya ingat betapa ibu saya dulu hampir tiap bulan di panggil kepala sekolah saya di SD Trisula berkaitan dengan keisenga-keisengan yang saya buat dan menimbulkan kehebohan. Proses ini berlanjut sampai bangku SMP. Saya ingat di kelas 1 SD di Taman Siswa Sungai Gerong saya sudah bertengkar dengan dua anak kembar dan salah satunya masuk ker rumah sakit, juga ingat betapa saya telah berbuat jahat pada teman kelas 3 SD saya Reggy Nalal Adam karena telah memecahkan bisul dipantatnya hanya karena penasaran apa efeknya kalau bisul pecah. Di SMA saya mengenal dunia musik dari teman saya Asradi Cerman (I miss him dearly) dan mempelajari gitar dengan intensif. Gitar menurut saya instrument yang sangat ajaib, sangat portable mudah dipelajari dan sangat expresif. Walaupun sempat belajar piano dari kecil tapi saya menganggap piano tidak bisa mewakili keisengan saya karena tidak bisa dibending hehehehe. With this blog, saya ingin berterima kasih pada Ibu saya yang sudah begitu sabar menemani perjalanan rebel saya waktu kecil, dan juga minta maaf yang sebesar-besarnya karena sering membuat susah dan membohongi setiap saya akan naik gunung dengan alasan mau liburan ke kampung temen. She's the coolest mom in the world!

Founder Institute

Saat ini saya sedang mengikuti program 1 semester di Founder Institute, sebuah program yang sangat tinggi standardnya. Dari 43 peserta yang masuk dua bulan lalu, saat ini hanya tersisa 15 peserta saja.

Weekly assignments yang kami harus kerjakan sangat berat dan juga membutuhkan waktu dan konsentrasi yang tinggi untuk mengerjakannya, banyak peserta yang di DO karena memang tidak berhasil mencapai standard ini. Diluar itu kami juga harus dapat mempertahankan ide bisnis kami dalam sesi hot seat dan juga mentor idea review yang memang sangat berat karena judgesnya adalah orang-orang yang sangat berkompeten di bidangnya.

Saya bersyukur bisa melewati mentor idea review yang pertama walaupun dengan nilai yang pas-pasan. Saya menyadari bahwa apa yang saya presentasikan masih bersifat konseptual dan juga sangat teknikal sehingga beberapa mentor belum bisa memahami apa yang sebenarnya saya ingin develop.Untuk itu saya sudah mempersiapkan prototype yang saya yakin bisa membantu untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai teknologi apa yang saya akan develop.

Diluar program ini, banyak sekali teman-teman dan saudara-saudara saya yang menanyakan mengapa saya mengikuti program yang berat ini, jawabannya sederhana sebenarnya saya sangat menyukai betapa saya harus squeeze my mind on daily basis untuk bisa menyelesaikan setiap assignment yang saya terima. This brain gym really help me untuk bisa juga meningkatkan kualitas pekerjaan saya di bisnis saya yang sudah berjalan, and it really does work. Belum lagi kesempatan bertemu dengan para mentor-mentor hebat yang memiliki ilmu dan pengalaman yang sangat luas.

Really looking forward for graduation day!

Thursday, November 10, 2011

Producing an album

I really don't know how SBY managed to launch his fourth album this year knowing his frantic schedule and highly demanding tasks as the head of the country.

As for me, I'm still struggling to find my time to record all the songs I've written together with my band, I guess I should learn from SBY on how he managed his time :).

We had around 20 songs now, 10 of them already reviewed by many of my friends and seems promising in terms of offering a fresher angle of music and lyric, economically well I don't know for sure, but the objective is to produce a responsibly good quality music.

The challenge is to keep our dream alive while struggling on a daily basis to finish our jobs at the office, commitment and consistency is really key, which I feel that not all of our band member have the same level of intensity.

My album has been hanging for about three years now, and need to do something fast to have it on air.

Our new venture Elitery the first Tier 4 Data Center in Indonesia





The world is becoming paperless, most of data transfers nowadays are done trough digital process. Therefore IT infrastructure has become an integral part of any modern company; servers, data storage, and PC’s and mobile devices are basic requirements to enable a company to operate efficiently and effectively in today's world.
Indonesia Officially The Twitter Capital Of Asia. With more than 6 million Twitter users, Indonesia is currently the fourth largest country on Twitter after the US, Japan and Brazil.
Alexa, the California-based web information company, puts Facebook on the top list of most visited sites in Indonesia exceeding Google and Yahoo!
Smart Phone has taken a lot of market share with more than 30% growth until Q2 2010 and expected to be 50% by end of 2010. The growth in Mass Smart phone Category market has been largely driven by product innovation, especially to excite consumers with SNS features.
Main driver in Smart Phone Category is teenagers who enjoy using SNS features to support their activities and lifestyle.

Looking at above facts we decided to build the first Tier 4 Data Center in Indonesia late last year. Wish us luck :)

Check our video at http://www.youtube.com/watch?v=M841I1V5XZE&feature=feedu

Wednesday, November 09, 2011

First breath



I've been blessed to witness the great event of giving birth, three of them. Each event is so very spiritual and special at the same time.

The energy, smell, spirit of the event was so overwhelming, and never fail to remind me of how fortunate we are to be born in this world. And the question of will I be able to give my best to my children is always hanging in the deepest corner of my mind.

Ooh well , our presence is short and time surely flies fast.

Bisa bernafas itu luar biasa! It's amazing to barely breath

Tuesday, November 08, 2011

Internet and our life

It's amazing to think about how significantly different the way we live our life compared to ten years ago. Internet surely becoming a dominant agent of social change by having prominent and widely used social network sites such as facebook and twitter.

All of sudden our social life "has to be digitize" we have to update our status in facebook or update tweet for everything happened in our life. Coupled to that I also noticed that we tend to shortcut our way to conclusion based on bits and pieces of information we received.

The question remains, is this progress shape our society into a better more connected environment? Are the updates and tweets we digest on daily basis really hone us to become better human being?

Back in the 1986, pre social network sites era (in fact nobody is using cellphone at that time) I remember that I got circumcised in my hometown Kuningan, as part of our tradition my family held a big Wayang Golek party to celebrate it. All of relatives and neighbors were helped building the stage, decorating the venue and cooking the meals without expecting something in return.

Come to think of it, it was a beautiful sight to see, hundreds of people working harmoniously in a well orchestrated arrangement working to make the party goes as planned. A great way of life.

Our values change so dramatically, I never see this happen again especially in big city like Jakarta. And really hope that we can use facebook and twitter as a powerful medium to relive our great values inherited by our ancestors.